Stadium General Kelas VI TMI Al-Ikhlash Bekali Santri dengan Wawasan dan Kesiapan Menghadapi Masa Depan

Rep/Red: lailarohmatul Jannah
Kuningan, 18 Mei 2026 – Kuningan – Setiap tahun nya Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash menyelenggarakan kegiatan khusus untuk seluruh siswa dan siswi akhir TMI, diantara kegiatan tersebut adalah Stadium General yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, dimulai pada tanggal 16 Mei sampai 18 Mei 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai bekal akhir sebelum melanjutkan perjalanan pendidikan dan pengabdian mereka di masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan, tentunya para peserta akan mendapatkan berbagai materi penting yang disampaikan langsung oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kepemimpinan, keterampilan sosial, hingga wawasan kewirausahaan.

Kegiatan ini dimulai pada Sabtu Pagi 16 Mei 2026, dengan sesi pembukaan yang dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash. Pada sambutan nya, beliau menyampaikan “Hidup dipondok pesantren itu adalah bentuk proses penjagaan diri kita agar dapat menilai diri sendiri sebelum menilai orang lain, dengan kemampuan Self-Assessment dapat lebih perhatian terhadap diri kita masing-masing untuk menjadi lebih baik”.
Selanjutnya, para santri mendapatkan materi tentang Kepondokmodernan yang disampaikan oleh Dr. H. M. Tata Taufik, M.Ag. Beliau menyampaikan “Pondok ini mengajarkan santri bukan hanya tentang pelajaran dan pengetahuan, akan tetapi disini para santri diajarkan tentang nilai sosial untuk bisa berkiprah di masyarakat nantinya. Karena pendidikan sejatinya membuat orang itu bergerak maju dan berkreasi”.
Serta materi Keprotokolan oleh Ustadz Muhsin Arafat, S.H.I MIRKH dalam pemaparan nya beliau menjelaskan “Konteks keprotokolan itu “I’tibar Maa Yakun” berarti menghargai seseorang berdasarkan kehormatan yang melekat pada jabatan dan perannya. Protokol bukan sekadar aturan kaku, melainkan seni menghargai martabat manusia melalui tata pergaulan yang teratur”.
Pada hari yang sama, peserta juga memperoleh wawasan mengenai Keperpustakaan yang disampaikan oleh Ustadz Diding Mujahidin, M.A dalam penyampaian nya beliau menyampaikan sebuah motto Keperpustakaan Yaitu “One learns much from books, more from his teacher and from his students yang berarti “Seseorang banyak belajar dari buku, lebih banyak lagi dari gurunya dan murid murid nya”. Motto ini menegaskan bahwa belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari guru dan sesama pembelajar, sejalan dengan fungsi perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan.
Memasuki hari kedua, Ahad, 17 Mei 2026, kegiatan diisi dengan materi Wawasan Akademik oleh Dr. H. M. Tata Taufiq, M. Ag, dalam materinya, beliau menjelaskan “Perpaduan antara teoristis dan praktis itu baru namanya ilmu, karena ilmu tidak cukup hanya dengan teori, hingga manfaatkanlah kekuatan secara maksimal, raih semua kesempatan maka akan meraih kesuksesan.”
Pada hari yang sama mendengarkan penjelasan tentang Proyeksi masa depan santri dari prospektif akademisi yang di sampaikan oleh Dr. H. Abdul Mukti Bisri, dalam kutipannya beliau menyampaikan “Lakukan pemprograman pada diri sendiri dengan afirmasi positif, karena anda akan menjadi apa yang anda pikirkan sepanjang hari”.

Dan pamateri terkahir pada hari ahad diisi oleh H. Mauludin Anwar tentang etika medsos dan masa, beliau menegaskan bahwa Siapa yang menguasai cerita, dia yang menguasai kesadaran publik. Santri adalah penjaga moralitas bangsa. Tapi di era digital, mereka juga harus menjadi penjaga narasi. Kalian keluar dari Al-Ikhlash bukan sebagai penonton sejarah tapi kalian keluar sebagai penulisnya”.
Pada hari terakhir, Senin, 18 Mei 2026, peserta akan mendapatkan materi Keputrian yang disampaikan oleh Dra. Iis Mulyati, beliau berperan sebagai seorang wanita yang hebat dan ideal, pada materinya beliau menyampaikan “Jangan sesekali mengecewakan seorang ibu, karena ibu adalah kunci kesuksesan, dan ibu adalah Madrasatul Ula (Sekolah pertama) bagi anak nya. Jika engkau mempersiapkan dengan baik, maka engkau telah menyiapkan sebuah bangsa yang mulia, karena Perempuan adalah tiangnya negara. Apabila perempuan itu baik, maka akan lahir generasi-generasi bermutu bagi suatu bangsa”.
Serta materi Kewirausahaan yang disampaikan oleh Mohamad Abda’u Zaki Priyambodo, S.E. Materi kewirausahaan menjadi salah satu sesi yang menarik karena memberikan gambaran kepada santri mengenai pentingnya kemandirian, kreativitas, dan kemampuan membaca peluang usaha di era modern, dalam materinya beliau menegaskan bahwa “sebelum membangun bisnis, karir dan kehidupan itu dibutuhkan pondasi, mindset, dan mental yang kuat, serta ingkatlah bahwa kepercayaan itu sangatlah mahal”.

Untuk sesi terakhir ialah materi tentang Personal Branding dan Networking yang disampaikan oleh Ustadz Maulana Rizki, M.Pd. Kedua materi tersebut diharapkan mampu membantu santri mengenali potensi diri sekaligus membangun kemampuan berkomunikasi dan menjalin relasi yang baik di masa depan. Sebagai penutup, seluruh peserta akan mengikuti sesi resume dan refleksi kegiatan yang dipandu oleh Ustadz Sugiyarto, M.I.KomMelalui rangkaian kegiatan ini, Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash berharap seluruh siswa dan siswi akhir TMI memiliki bekal yang lebih matang, wawasan yang lebih luas, serta semangat untuk terus belajar dan berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.






