Workshop Peningkatan Kapasitas Guru TMI Pondok Modern Al-Ikhlash Perkuat Kesiapan Asatidzah Menyambut Tahun Ajaran Baru

Rep/Red: M. Fauzan Alzamzamy
Kuningan, 26 Juli 2026 – Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru, Pondok Modern Al-Ikhlash Kuningan menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Guru sebagai bagian dari agenda rutin menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 25 Juli hingga 26 Juli 2026, ini diikuti oleh seluruh asatidzah sebagai upaya meningkatkan kompetensi, menyatukan persepsi, serta memperkuat kesiapan tenaga pendidik dalam menjalankan amanah pendidikan di lingkungan pondok. Workshop tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan seluruh asatidzah dalam menghadapi dinamika pendidikan sekaligus menyatukan arah dan semangat pengabdian dalam mendidik para santri.
Pelaksanaan workshop telah menjadi budaya akademik yang senantiasa diselenggarakan setiap awal tahun ajaran baru. Kegiatan ini berfungsi sebagai pengingat (reminder) bagi para asatidzah yang telah lama mengabdikan diri di Pondok Modern Al-Ikhlash, sekaligus menjadi sarana pembekalan dan pengalaman awal bagi para asatidzah baru. Dengan demikian, seluruh tenaga pendidik memiliki kesempatan untuk kembali memahami arah kebijakan pendidikan pondok serta mengenal berbagai sistem dan mekanisme pembelajaran yang akan diterapkan selama satu tahun ajaran ke depan.

Kegiatan workshop ini dibuka oleh Pimpinan Pondok Modern Al-Ikhlash, beliau menyampaikan bahwa pengetahuan dan pengalaman seorang pendidik akan terus berkembang seiring perjalanan waktu. Berbagai dinamika pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kebutuhan peserta didik menuntut guru untuk senantiasa memperbarui wawasan dan kompetensinya. Oleh sebab itu, workshop ini menjadi wadah untuk mengonsep kembali berbagai gagasan, menyelaraskan pola pikir, serta menyamakan pemahaman seluruh asatidzah agar memiliki visi dan langkah yang sama dalam melaksanakan proses pendidikan di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash.
Meskipun pondok tetap berpegang pada nilai, tujuan, dan sistem pendidikan yang sama, pendekatan dalam mendidik santri terus mengalami perkembangan. Perubahan karakter peserta didik, tantangan sosial, serta kemajuan teknologi menuntut adanya penyesuaian metode pembelajaran tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi identitas pondok. Melalui workshop ini, para asatidzah diajak memahami bahwa konsistensi terhadap prinsip pendidikan harus diiringi dengan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Sebagai ujung tombak pendidikan, asatidzah memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan seluruh proses pendidikan di pondok. Tanggung jawab guru tidak hanya terbatas pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga mencakup pembinaan karakter, pembentukan akhlak, penguatan budaya disiplin, serta pendampingan perkembangan santri dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, seorang pendidik dituntut mampu mengarahkan, membimbing, dan mempersiapkan santri agar memiliki kemampuan menghadapi berbagai tantangan masa depan tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan utama pendidikan pondok.
Selama dua hari pelaksanaan workshop, para peserta memperoleh berbagai materi yang menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Pada hari pertama materi yang disampaikan meliputi Peran dan Tugas Guru, serta Familial Approach yang disampaikan oleh Dr, H. M. Tata Taufik, M.Ag. beliau mengatakan bahwa guru itu berperan untuk membuat anak mau belajar, maka dalam mengajar penguasaan guru terhadap materi itu penting, dan Pondok Modern Al-Ikhlash mendidik para santrinya dengan system Familial Approach, dimana hubungan relasional antar warga pesantren, dan pesantren dengan wali santri yang baik, belajar melalui budaya pesantren, komunikasi yang mendidik dalam berbagai situasi, mendidik dengan hati dan mendidik dengan husnudzon.

Materi selanjutnya adalah Kode Etik Guru yang disampaikan oleh Direktur TMI Al-Ustadz Diding Mujahidin, MA. Beliau mengatakan bahwa guru itu harus HARMONIS, yaitu Humanis, Apresiatif, Rendah hati, Menjaga komuikasi positif, Objektif, Nyaman diajak bekerjasama, Integritas, dan Saling Menguatkan.

Pemateri selanjutnya adalah Al-Ustadz Asy-Syifa, MA. yang membahas tentang Tugas dan Kewajiban Wali Kelas. Beliau menyampaikan bahwa wali kelas harus bisa mengelola, mengatur dan bertanggung jawab penuh terhadap kelas tertentu. Wali kelas dituntut untuk bisa lebih dekat lagi kepada anak-anak kelasnya, karena wali kelas adalah figure pertama yang dilihat dan menjadi pengganti peran orang tua di pondok ini. Maka harus memberikan kesan yang baik terhadap peserta didiknya

Selanjutnya Teknis Penulisan RPP dan RPS, Perumusan Program Tahunan dan Program Semester yang disampaikan oleh Al-Ustadz Muhsin Arafat, S.H.I. MIRKH. Beliau menyampaikan sebelum mengajar seorang guru harus membuat persiapan (I’dad). I’dad itu ada 2 macam, diantaranya I’dad Batin yaitu niat untuk mengajar, konsentrasi dan do’a, dan I’dad Lahir yaitu persiapan mengajar tertulis yang akan diajarkan di kelas nanti. Makan penulisan RPP dan RPS itu penting sebagai acuan mengajar kita satu semester dan satu tahun kedepan.

Serta How To be a Good Counselor: Manajemen Konseling yang disampaikan oleh Al-Ustadz Maulana Rizki, M.Pd. beliau mengatakan seorang guru pastinya harus menjadi teladan yang baik untuk peserta didiknya, teladan yang baik tersebut bisa kita gambarkan bahwa seorang guru harus memiliki pengetahuan yang baik, dan integritas yang tinggi untuk bisa menjadi teladan, kemudian memiliki jam terbang dalam mendidik peserta didik untuk menciptakan lingkungan belajar dan aman dan nyaman.

Materi terakhir pada hari pertama adalah Teknis Asesmen: Dari Taqyim ke Taqwim, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Sugiyarto, M.I.Kom. dalam materinya beliau menyampaikan bahwa setiap pertemuan belajar memerlukan rencana yang jelas. Tanpa perencanaan, asesmen akan menjadi kejutan bukan alat ukur yang adil. Maka dalam penerapannya asesmen di pondok ini menggunakan asesmen formatif yang berfungsi memantau dan memperbaiki pembelajaran secara berkelanjutan bukan hanya mengukur nilia akhir. Tahapan ini bisa melalui tahapan observasi, kinerja, projek dan portopolio, serta test terlulis dan lisan.

Seluruh materi tersebut disusun untuk memperkuat kompetensi pedagogik, profesionalisme, serta kemampuan manajerial para asatidzah dalam mengelola proses pembelajaran dan pembinaan santri secara efektif. Pada hari kedua seluruh asatidzah diarahkan untuk latihan membuat RPP dan RPS yang akan menjadi acuan dalam pembelajaran selama satu semester dan satu tahun kedepannya. Pada sesi ini para peserta dibagi menjadi 7 kelompok, dimana setiap kelompok memiliki mentor yang membimbing jalannya pembuatan RPP dan RPS masing-masing peserta. Melalui penyelenggaraan Workshop Peningkatan Kapasitas Guru TMI ini, Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash berharap seluruh asatidzah memiliki kesamaan visi, semangat pengabdian, dan komitmen dalam menjalankan amanah pendidikan. Kesatuan pemahaman yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran, memperkuat budaya pendidikan di lingkungan pondok, serta melahirkan berbagai inovasi yang mendukung terciptanya generasi santri yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Dengan penguatan kapasitas tenaga pendidik yang dilakukan secara berkelanjutan, Pondok pesantren Modern Al-Ikhlash optimistis dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pelopor pendidikan Islam yang berkualitas.





