Semarak Al-Ikhlash Cup, Wujudkan Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Santri

  • - Reading Time: 3 mins
  • - 7 x dibaca
Photo by Al-Ikhlash Media

Rep/Red: Muthia Mahira Ramadhani

Kuningan, 31 Juli 2026, Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash kembali menyelenggarakan Pekan Olahraga Al-Ikhlash Cup sebagai salah satu rangkaian kegiatan pekan perkenalan di pondok. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para santri untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan potensi di bidang olahraga, serta membangun semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan sportivitas di lingkungan pesantren.

Kemeriahan Al-Ikhlash Cup diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh seluruh guru dan santri Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash. Upacara tersebut dipimpin oleh Direktur TMI, Ust. Diding Mujahidin, M.A. Suasana berlangsung penuh antusiasme, terlihat dari semangat para santri yang bersiap mengikuti berbagai pertandingan selama satu pekan ke depan.

Dalam rangkaian upacara pembukaan, dilaksanakan pembacaan janji wasit dan janji atlet. Pembacaan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta dan perangkat pertandingan untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas, kejujuran, tanggung jawab, serta profesionalitas selama kompetisi berlangsung.

Acara kemudian dilanjutkan dengan amanat dari Direktur TMI. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh sebagai bagian dari kehidupan seorang santri. Beliau mengutip sebuah syair yang berbunyi:

العقل السليم في الجسم السليم

“Akal yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan jasmani memiliki hubungan erat dengan kondisi pikiran dan kehidupan sehari-hari. Tubuh yang sehat diharapkan mampu menunjang terbentuknya pikiran yang positif serta semangat dalam menjalankan berbagai aktivitas di pondok.

Selain itu, beliau juga mengingatkan para peserta untuk senantiasa bersaing dengan baik dan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Kepada para wasit, beliau berpesan agar dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta memberikan penilaian secara adil dan objektif.

Sebagai tanda dimulainya rangkaian perlombaan, pembukaan Al-Ikhlash Cup secara resmi ditandai dengan penyalaan obor. Kobaran api tersebut menjadi simbol semangat dan energi para santri dalam mengikuti setiap pertandingan, sekaligus menandai dimulainya perjuangan untuk memberikan penampilan terbaik bagi masing-masing tim.

Perlombaan berlangsung selama satu pekan, dengan berbagai pertandingan yang diikuti oleh para santri. Tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan di bidang olahraga, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para santri untuk belajar bekerja sama, mengelola emosi, menghargai lawan, serta menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sikap yang dewasa.

Setelah melewati rangkaian pertandingan yang penuh semangat dan persaingan, Al-Ikhlash Cup resmi berakhir pada 7 Agustus 2026. Seperti halnya pembukaan, kegiatan penutupan juga dilaksanakan dalam sebuah acara yang dipimpin oleh Ust. Asy-Syifa, M.A.

Momen yang paling dinantikan para peserta hadir pada penghujung acara, yaitu pengumuman para pemenang lomba. Pengumuman tersebut menjadi puncak dari seluruh rangkaian pertandingan yang telah berlangsung selama satu pekan. Bagi para pemenang, pencapaian tersebut menjadi buah dari kerja keras dan perjuangan. Sementara bagi peserta lainnya, pengalaman selama mengikuti perlombaan menjadi pelajaran berharga untuk terus berkembang dan berlatih.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan harapan agar para santri tetap konsisten dalam menjaga kebiasaan berolahraga dan tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai alasan untuk menyimpan rasa dendam kepada lawan. Sebaliknya, pertandingan diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, membangun karakter, dan menumbuhkan sikap saling menghargai di antara para santri.

Rangkaian Al-Ikhlash Cup kemudian resmi ditutup dengan memadamkan api obor. Jika penyalaan obor pada pembukaan menjadi simbol dimulainya semangat kompetisi, maka padamnya api obor menjadi penanda berakhirnya seluruh pertandingan sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat sportivitas dan kebersamaan tidak berhenti bersama berakhirnya perlombaan.

Melalui Al-Ikhlash Cup, para santri tidak hanya diajak untuk menjadi pribadi yang sehat dan berprestasi, tetapi juga belajar bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Sportivitas, persaudaraan, kedisiplinan, dan semangat untuk terus berkembang merupakan kemenangan yang sesungguhnya.

Baca Juga: Panggung Kreativitas Al-Ikhlash: Menghidupkan Bahasa, Menggema Puisi, Menyuarakan Bakat

Oleh: Redaksi

Berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berpikiran bebas.