Menyiapkan Santri, Menempa Diri dalam Ujian Syafahi

  • - Reading Time: 3 mins
  • - 15 x dibaca
Photo by Al-Ikhlash Media

Rep/Red: Ida Nuraida

Kuningan, 04 Juni 2026 – Pada hari Senin, 26 Mei 2026, Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash menyelenggarakan kegiatan Taujihat Imtihan Syafahi yang bertempat di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan pondok, dewan guru serta panitia ujian. Dalam arahannya, Pimpinan Pondok menegaskan pentingnya menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan mental dan spiritual dalam menghadapi ujian. Beliau juga mengingatkan bahwa ujian bukan hanya sarana mengukur kemampuan akademik, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter dan integritas santri.

       Sebagai upaya menjaga kualitas dan objektivitas pelaksanaan ujian, panitia bersama para penguji terlebih dahulu melaksanakan Tashih I’dad sesuai dengan penguji yang telah ditetapkan. Yaitu kegiatan pemeriksaan, penyempurnaan, dan penyelarasan kisi-kisi serta materi ujian dengan kurikulum yang berlaku. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh penilaian telah memenuhi standar yang ditetapkan sehingga proses ujian dapat berlangsung secara adil, terukur, dan baik.

Setelah pelaksanaan Tashih I’dad selesai, panitia melakukan berbagai persiapan teknis, mulai dari penyusunan jadwal ujian, pembagian ruang, hingga pengarahan kepada santri. Seluruh rangkaian persiapan tersebut dilaksanakan secara matang guna menciptakan suasana ujian yang tertib, kondusif, dan profesional.

Dibalik persiapan teknis yang matang dari pihak panitia, dinamika yang luar biasa juga terlihat pada aktivitas harian para santri dilingkungan pondok. Lingkungan akademis dan spiritual terasa kental, dimana setiap sudut area pondok di penuhi kelompok-kelompok kecil santri yang aktif melakukan Muraja’ah (pengulangan hafalan dan pelajaran), berdiskusi mendalami materi hingga saling menguji kemampuan satu sama lain. Tidak hanya mengandalkan persiapan materi ujian, para santri juga mengimbangi ikhtiar  tersebut dengan peningkatan amalan ibadah secara mandiri sehingga menciptakan keselarasan antara usaha dan do’a untuk menghadapi ujian dengan mental yang kokoh.

         Ujian Syafahi kemudian dilaksanakan pada tanggal 30 Mei hingga 4 Juni 2026. Selama pelaksanaan ujian, para santri mengikuti proses ujian secara bergantian di hadapan penguji sesuai dengan materi yang telah ditentukan. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kesungguhan dari seluruh santri. Melalui ujian ini, kemampuan akademik, pemahaman materi, keterampilan komunikasi, serta kesiapan santri dalam menyampaikan jawaban secara lisan dapat diukur secara komprehensif.

Pada akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan dimulai dari Taujihat, Tahsih I’dad hingga Ujian Syafahi ini bukan sekedar rutinitas akademik tahunan, melainkan proses dalam menempa mentalitas dan karakter para santri. Keberhasilan yang sesungguhnya tidak hanya diukur dari angka-angka yang tertera pada lembar penilaian melainkan pada sejauh mana nilai-nilai kejujuran, kemandirian dan tanggung jawab yang telah diajarkan dapat mengakar kuat dalam diri mereka. Dengan berarkhirnya agenda ini Pondok Pesantren Al-Ikhlash kembali menegaskan supaya para santri tidak hanya berwawasan global dan berilmu luas tetapi juga memiliki mental kuat yang siap untuk masa depan.

Oleh: Redaksi

Berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berpikiran bebas.