Kuliah Umum dan Etiket: Menanamkan Adab dan Wawasan untuk Menguatkan Karakter Santri

  • - Reading Time: 3 mins
  • - 15 x dibaca

Rep/Red: Lailarohmatul Jannah

Kuningan, 29 Desember 2025 – Menjelang liburan semester pertengahan tahun, Pondok Pesantren Modern AL-Ikhlash adakan kuliah umum tentang etiket. Sengaja diadakan kuliah umum ini dalam rangka pembekalan, nasihat dan pemahaman tentang pentingnya menjaga etika di keseharian kehidupan kita yang bersosialisasi dengan sesama di lingkungan pesantren maupun diluar pesantren terkhusus saat liburan berlangsung.

Acara yang diselenggarakan selama 2 hari di gedung pertemuan Al-Ikhlash yang berlangsung dalam 3 babak ini dimulai dari Ahad malam 28 Desember 2025 M sampai Senin malam keesokan harinya yang dihadiri oleh seluruh santri serta para Asaatidz wal ustaadzaat berlangsung dengan khidmat.

Pemaparan materi diawali oleh Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash Dr. H. M. Tata Taufik, M. Ag. yang berkenan hadir menyampaikan langsung kuliah umum tentang etiket ini.

Dalam materinya, beliau menyampaikan bahwa “ihsan itu sering disebut juga dengan akhlak yang mana dalam bermuamalah atau konsep ihsan itu sendiri saling berkaitan dengan iman seorang muslim dan bisa menjadi salah satu cerminan bahwa semakin baik iman seseorang maka akan semakin baik pula akhlaknya dalam keseharian nya bersosialisasi dengan sesama.

Beliau juga mengingatkan agar para santri tetap memanfaatkan waktu sebaik mungkin di momen-momen liburan ini dengan berkegiatan yang postif nan manfaat di sela kekosongan waktu berlibur seperti membaca buku atau tadarus al-quran, mempererat silaturahmi dengan kerabat-kerabat dan keluarga, berlatih hobi atau keterampilan baru yang positif, dan tak luput selalu berdisiplin pada waktu beribadah dan istirahat, juga hal positif lainnya yang dapat dilakukan di waktu liburan kita.

Pada pemaparan materi babak-2 diisi oleh Ustadz Muhsin Arafat S.H.I, beliau menyampaikan istirahat adalah mengganti satu kegiatan kepada kegiatan lain nya, atau disebut juga”心JIJLil Jlac YI”. Beliau pun selalu mengingatkan para santri nya untuk tetap belajar, karena belajar sama dengan berkembang atau bertambah, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa dan dari yang tidak mau menjadi mau.

Setelah jam istirahat berakhir, acara dilanjutkan oleh Bapak Direktur  TMI Ustadz Diding Mujahidin, M.A,“Etika akan membuat ilmu lebih bermanfaat sehingga itu dapat mencegah dari penyalahgunaan ilmu dan di usia kita sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk menanamkan etika yang baik dalam diri kita” ujar beliau saat melanjutkan kuliah umum tentang etiket ini.

Dalam Babak kedua ini ditutup oleh Ustadz As-Syifa, M.A, beliau menyampaikan “Agama itu ibaratkan rumah, yaitu: membangun fondasi, setelah fondasi berdiri tegak,barulah bisa membangun tiang. fondasi dari agama adalah Tauhid dan Syahadat, sedangkan tiangnya agama adalah shalat, Jadi setelah bertauhid dan bersyahadat kita harus mendirikan shalat. Ketika fondasi dan tiang sudah bersatu, maka rumah akan berdiri tegak, seperti diri kita yang sudah nenanamkan Tauhid, Syahadat, dan Shalat akan menumbuhkan pribadi yang tumbuh dengan baik.

Dan pada babak ke-3 diisi oleh Ustadz Imam Mutaqin, Lc, M. Ag beliau menyampaikan berbagai tata cara berperilaku di lingkungan sosial, seperti berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan sopan dalam telepon maupun secara langsung , dan beliau juga menuturkan tentang bagaimana berkendara, mengantri yang baik dan menaati aturan yang sudah berlaku & menjadi norma disekitar kita.

Terakhir, acara ini ditutup oleh Ustadz Muhsin Arafat, S.H.I beliau berpesan kepada seluruh santri dan santriwati agar dapat memanfaatkan waktu liburan dengan hal-hal positif dan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

     Dalam acara kegiatan rutin tahunan ini diharapkan bagi para santri paham betul mengenai pentingnya menjaga etika, baik dalam pergaulan sosial, cara berkomunikasi, dan beberapa sikap yang tak hanya pada liburan mendatang tetapi tertanam dikehidupannya seterusnya sehingga nilai-nilai adab tetap terjaga meski diluar lingkungan pesantren.

Baca Juga: The Miracle Morning vs Pagi di Pesantren