Malam Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw: Memperkuat Iman- Menumbuhkan Semangat Dengan Meneladani Kekasih Allah SWT

  • - Reading Time: 2 mins
  • - 13 x dibaca
Photo by Al-Ikhlash Media

Rep/Red: Siti Nur Aisyah

Kuningan, 25  Agustus 2026 – Dalam sejarah Islam di ketahui bahwa pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun gajah merupakan peristiwa besar karna pada saat itu telah lahir seorang nabi yang membawa cahaya bagi umatnya. Sehingga setelah wafatnya beliau, hari kelahirannya selalu di peringati oleh umatnya sebagai waktu untuk menguatkan iman di hati dan waktu untuk lebih meneladani kepribadian dan kisah perjuangannya.

    Ahad, 25  Agustus 2026 M yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awwal 1448 H Pondok Pesantren Modern Al Ikhlash mengadakan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertempat di Masjid Darussalam, acara ini di hadiri langsung oleh seluruh santri dan para asatidzah dengan penuh antusias.

    Acara di mulai tepat pada pukul 20:00 WIB, di awali dengan solawat nabi yang dilantunkan bersama-sama sebagai bentuk cinta kita sebagai umat nabi Muhammad SAW, lalu acara berlangsung secara khidmat hingga akhir.

    Dalam acara ini Ust. Imam Muttaqin Lc,M.Ag hadir sebagai pemateri, dalam  materi yang di sampaikan beliau menceritakan sebagian kisah nabi yang dapat dipelajari dan diteladani oleh para santri juga para asatidzah yang hadir, selain itu beliau pun menyampaikan beberapa point yang sangat penting, diantaranya:

 “Maulid nabi di peringati oleh umat muslim bukan sekedar perayaan biasa melainkan momentum untuk senantiasa menambah ke imanan dan untuk menumbuhkan semangat yang membara dalam menyebarkan kebaikan dan dakwah islamiyah. Dan dari Rasulullah kita bisa meneladani kesabaran beliau yang selalu sabar dalam berdakwah dengan segala rintangan dan ujian nya, dan meneladani sikap tangguh dan kuat yang rasulullah miliki beliau bisa bertahan dan tetap berjuang walau di tinggalkan oleh orang orang yang beliau cintai semasa perjuangan nya dalam berdakwah mulai dari ibu nya ,lalu kakek nya, lalu paman nya, dan juga istri pertama beliau yakni siti Khadijah”.

Dan akhirnya acara ini di tutup dengan do’a yang di pimpin oleh pemateri. Acara ini bukan sekedar rutinitas tahunan biasa karna di dalamnya tentu kita belajar banyak hal dan kita kembali melihat perjuangan-perjuangan rasul-rasul utusan Allah dalam menyebarkan agama Islam, sehingga hati kita terisi ,keimanan kita bertamah, dan semangat semakin membara dalam melakukan kebaikan dan berdakwah.

Baca Juga: Semarak Kemerdekaan, Khidmat Upacara dan Meriahnya Lomba Agustusan

Oleh: Redaksi

Berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berpikiran bebas.