Kuliah Umum Tentang Kepondokmodernan: Mengawali Langkah, Mengukuhkan Niat

  • - Reading Time: 3 mins
  • - 17 x dibaca
Photo by Al-Ikhlash Media

Rep/Red: M. Azzam Aulia Kusmadi

Kuningan, 31 Juli 2026 – Khutbatul Arsy merupakan salah satu agenda yang dilaksanakan setiap tahunnya, terutama di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash ini.

Rangkaian Khutbatul Arsy dimulai dengan apel yang menjadi acara pembuka seluruh kegiatan pada awal tahun ajaran baru 2026-2027 M. di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash. Acara tersebut sangatlah penting bagi para santri dan Asatidzah semua sebagai pengingat tujuan utama mereka berada di pondok ini. Sama seperti di tahun ajaran sebelumnya, acara tersebut telah diselenggarakan dengan penuh khidmat dan meriah.

Setelah pelaksanaan Apel, diselenggarakan juga Kuliah Umum tentang kepondokmodernan yang merupakan acara wajib dan harus diikuti oleh seluruh santri, umumnya untuk santri lama dan Asatidzah semua, dan khususnya bagi para santri baru yang baru saja menginjakan kakinya untuk menuntut ilmu di pondok ini.

 Acara tersebut terbagi menjadi 3 sesi, dimulai pada rabu malam 30 Juli 2026 M, dilanjutkan pada hari kamis pagi 31 juli 2026 M dan kamis malam bertempat di Gedung Pertemuan Pondok Modern Al-Ikhlash.

Tentunya kuliah umum ini dihadiri oleh para pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, diantara nya adalah Bapak Pimpinan Pondok Dr. KH. M. Tata Taufik, M.Ag., Bapak direktur TMI Al-Ustadz Diding Mujahidin, MA. Serta seluruh Asatidzah yang ikut menghadiri acara penting ini.

Dalam acara tersebut, banyak sekali pesan dan nasihat dari bapak pimpinan dan narasumber lainnya sampaikan kepada para santri, salah satunya yaitu ”Seorang santri itu harus memiliki  niat yang benar ketika mereka hendak memasuki suatu lembaga pendidikan. Mengapa demikian, agar setiap proses belajar bernilai ibadah di sisi Allah SWT. mendatangkan keberkahan ilmu, serta menjauhkan diri dari sifat sombong atau riya’ yang nantinya dapat merusak amal kebaikan mereka”.

Beliau juga sangat menekankan kepada para santrinya untuk selalu menggunakan bahasa resmi yaitu Inggris dan Arab. Karena bahasa merupakan sarana latihan bagi mereka dalam berkomunikasi, berdisiplin terhadap peraturan pondok, dan mempersiapkan diri untuk berdakwah dan bersaing di kancah internasional.

Seperti apa yang telah di jelaskan diawal, Khutbatul ‘Arsy bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada para santri dan Asatidzah akan niat utama mereka berada di Pondok ini. Agar mereka tidak salah niat ketika berkhidmah di dalamnya, dan untuk memperbaharui niat mereka agar lebih baik dari tahun sebelumnya. Karena, niat merupakan pendorong utama dalam menentukan arah tindakan, untuk memulai langkah pertama saat rasa malas atau takut muncul, serta menjaga konsistensi dan ketahanan mental saat menghadapi rintangan.

Tanpa niat yang kuat, sebagus apapun sebuah rencana hanya akan menjadi angan-angan kosong tanpa pernah terlaksana.

Itulah beberapa pesan dan nasihat penting serta penjelasan tentang Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash yang beliau dan narasumber lainnya sampaikan dalam kuliah umum tentang kepondokmodernan, dan penghujung acara ini ditutup dengan doa dan harapan bahwa setelah acara ini selesai para santri dapat lebih jauh mengenal tentang pondok ini, serta menumbuhkan semangat dan rasa cinta dalam diri mereka untuk terus belajar dan berkembang selama masa pembelajaran mereka di pondok.

Baca Juga: Khutbatul ‘Arsy Membuka Lembaran Baru Dengan Niat dan Semangat Baru

Oleh: Redaksi

Berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berpikiran bebas.