Tingkatkan Kompetensi! Lomba Pidato Tiga Bahasa Jadi Ajang Pengembangan Public Speaking Santri

Rep/Red: M. Dava Nafis Saputro
Kuningan, 24 April 2026 – Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash kembali menyelenggarakan kegiatan LPTB (Lomba Pidato Tiga Bahasa) sebagai salah satu program tahunan yang bersifat wajib di lingkungan pesantren. Kegiatan ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai media pengembangan kompetensi santri, khususnya dalam bidang Public Speaking dan penguasaan bahasa.
Kegiatan LPTB diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam menyampaikan pidato menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Ketiga bahasa tersebut memiliki peran yang signifikan dalam dunia pendidikan dan komunikasi global, sehingga penguasaannya menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi santri. Dengan demikian, santri diharapkan mampu menggunakan ketiga bahasa tersebut secara aktif dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri mulai dari kelas 1 hingga kelas 4 TMI yang berpartisipasi secara aktif dengan persiapan yang matang. Proses persiapan meliputi penyusunan naskah pidato, latihan intonasi, perbaikan pelafalan (pronunciation), serta pengelolaan ekspresi dan bahasa tubuh. Hal ini dilakukan guna menunjang performa yang optimal saat tampil di hadapan dewan juri dan audiens. Tingkat persaingan dalam lomba ini tergolong tinggi, mengingat setiap peserta berupaya menampilkan kemampuan terbaiknya.
Selain sebagai ajang kompetitif, LPTB juga berfungsi sebagai sarana edukatif yang memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. Melalui kegiatan ini, santri dilatih untuk meningkatkan keberanian dalam berbicara di depan umum, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan dalam menyampaikan gagasan secara sistematis dan persuasif. Di samping itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam memperluas wawasan, melatih kemampuan berpikir kritis, serta meningkatkan efektivitas komunikasi.
Sejalan dengan lomba tersebut, Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash juga mengembangkan program Muhadarah (Public Speaking) dengan pendekatan yang lebih baru, sistematis, dan terarah. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek penyampaian pidato, tetapi juga pada penguatan kepercayaan diri serta teknik komunikasi yang efektif. Santri dibimbing dalam aspek intonasi, artikulasi, serta penggunaan bahasa tubuh yang komunikatif dan meyakinkan.
Kegiatan muhadarah dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga memberikan kesempatan bagi santri untuk melakukan latihan secara konsisten dan melakukan evaluasi terhadap perkembangan kemampuan mereka.

Adapun proses penilaian dalam LPTB dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari para ustadz dan ustadzah yang memiliki kompetensi di bidang bahasa dan retorika. Penilaian didasarkan pada beberapa indikator, antara lain kualitas isi pidato, ketepatan penggunaan bahasa, kefasihan, intonasi, ekspresi, serta penguasaan panggung. Sistem penilaian yang objektif dan terstruktur diharapkan mampu menghasilkan peserta terbaik yang memiliki keterampilan komunikasi yang unggul.
Melalui penyelenggaraan LPTB yang didukung oleh program muhadarah, Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kompetensi komunikasi yang efektif. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para peserta, baik dalam bentuk pengalaman maupun peningkatan kapasitas diri.
Dengan keberlangsungan program LPTB setiap tahunnya serta pengembangan kegiatan muhadarah secara berkelanjutan, diharapkan semangat belajar, berlatih, dan berprestasi para santri semakin meningkat. Pada akhirnya, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang percaya diri, berpengetahuan luas, serta adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Baca Juga: Kegiatan MTQ di Pondok Modern Al-Ikhlash: Harmoni Tilawah Santri yang Menyejukkan Hati
