Latihan Dasar Kepemimpinan: Menanamkan Jiwa Kepemimpinan Dan Tanggung Jawab

Rep/Red: Ida Nuraida
Kuningan, 08 Februari 2026 – Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan bagi Pengurus Organisasi Santri Baru (OS AL-IKHLASH) sebagai pembinaan santri dalam membentuk jiwa kepemimpinan yang berakhlak dan bertanggung jawab. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari pada tanggal 07-08 Februari 2025 diisi oleh beberapa nara sumber, bertempat di Gedung Pertemuan An-nur. Latihan Dasar Kepemimpinan ini dirancang sebagai pembekalan awal bagi santri agar memiliki pemahaman yang baik tentang kepemimpinan yang perspektif pesantren.

Acara pembukaan diisi dengan sambutan yang disampaikan oleh Pimpinan Pondok KH. M. Tata Taufik, M.Ag., yang menekankan pentingnya belajar dengan kesungguhan, ketenangan, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu. Pada kesempatan tersebut disampaikan rumusan nilai Al-Ikhlash sebagai sembilan pilar pembentukan karakter kepemimpinan, yaitu Achievement, Learning Society, Islamic, Knowledge, Honesty, Leadership, Active, Strategic, dan Humble. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi pedoman santri dalam bersikap dan berorganisasi.
Pada hari pertama, materi disampaikan oleh Ust. Diding Mujahidin, MA. Yang membahas tentang “Pemimpin Sebagai pembimbing akademik, Strategi Menjadi Mentor” beliau menyampaikan 3 prinsip dasar mentor efektif yaitu ilmu, adab, empati (kepedulian). ” Tanpa ilmu kita menyesatkan, tanpa adab kita menyakiti, tanpa empati kita tidak didengar”.
Pemateri selanjutnya disampaikan oleh Dra. Hj. Iis Mulyati dengan tema “Menciptakan Budaya Kepedulian, Mendorong Pengurus untuk menjadi kakak yang baik (Familial Approach)” beliau menyampaikan dengan kehadiran pengurus yang peduli, akan memberikan kekuatan moral serta rasa aman. Sebab ketika anggota merasa dihargai dan terlindungi disiplin tidak lagi menjadi beban melainkan suatu yang tumbuh dari rasa saling percaya dan perhatian.

Pemateri berikutnya adalah Ust. Asy-Syifa, MA. Dengan tema “Mengasah Kemampuan Public Speaking Untuk Pemimpin Yang Berpengaruh”. Kemudian dilanjutkan oleh Ust. Sugiyarto, M.I.Kom. Menyampaikan tentang “Kesekretariatan Organisasi Santri Al-Ikhlash.
Dan pemateri terakhir pada hari sabtu disampaikan oleh Ust. Imam Mutaqin, Lc, MA.g yang menyampaikan tentang “Kepemimpinan” pemimpin yang baik adalah orang yang mampu bekerja sama dengan orang lain, mampu terbuka dengan masukan dan bisa mengarahkan semua anggota yang ada di tim untuk maju dan berkembang bersama.

Pada hari kedua, Latihan Dasar Kepemimpinan diisi materi yang berfokus pada penguatan karakter dan pengelolaan Organisasi Santri. Materi pertama disampaikan oleh Ust. Muhsin Arafat, S.H.I yang membahas tentang “Keorganisasian di Pondok Pesantren Al-Ikhlash” Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya konsistensi dan tanggung jawab pengurus dalam menjalankan amanah organisasi, karena adanya Organisasi itu untuk belajar, latihan kepemimpinan, belajar menata kehidupan, melatih hidup bermasyarakat serta membantu santri mencapai tujuan belajarnya oleh karena itu “Hidup sekali, hiduplah yang berarti”.
Selanjutnya, materi disampaikan oleh Ust. Maulana Rizki, M.Pd dengan tema “Metode konseling Anak” beliau menjelaskan tujuan utama konseling adalah memperbaiki sikap, persepsi cara berpikir, keyakinan, serta pandangan konseling yang irasional dan illogis menjadi rasional dan logis agar konseli dapat paham. Kemudian dilanjutkan oleh Usth. Zaakiyah, B.H.Sc beliau memaparkan tentang “Metode Pengadministrasian Keuangan”. Dan untuk pemateri terakhir disampaikan oleh Ust. Ikmal Maulana, S.Sos yang menjelaskan tentang “Pemeliharaan Inventarisasi dan Pengayaannya”.

Kegiatan hari kedua ditutup dengan sesi evaluasi, yang bertujuan untuk merenungkan nilai-nilai kepemimpinan yang telah diterima selama dua hari pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan. Diharapkan melalui kegiatan ini, para pengurus OS Al-Ikhlash mampu menjadi pemimpin yang berakhlak serta bertanggung jawab. Kegiatan ini juga sebagai ikhtiar Pondok Pesantren dalam menyiapkan generasi santri yang tidak hanya cakap dalam berorganisasi tapi matang secara akhlak dan spiritual.
Baca Juga: Taujihat Pengajar Kursus Sore Dan Pembimbing Muhadoroh: Hakikat Pendidikan Adalah Belajar
