Perkuat Literasi Bahasa Arab, Delegasi Pesantren RI Jajaki Kerjasama Strategis dengan University of Sharjah

  • - Reading Time: 2 mins
  • - 20 x dibaca

SHARJAH, UEA – Delegasi lembaga pendidikan Islam dan pesantren Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I) dan Universitas Darunnajah Jakarta melakukan pertemuan strategis dengan jajaran pimpinan University of Sharjah (UOS) di Uni Emirat Arab, Selasa (27/1/2026). Pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat kualitas pendidikan bahasa Arab dan integrasi ilmu agama-umum di lingkungan pesantren.

Hadir dalam pertemuan tersebut Konsul Jenderal RI di Dubai, Deny Lesmana, yang mendampingi tokoh-tokoh pendidikan nasional seperti Presiden P2I Dr. M. Tata Taufik, Presiden Universitas Darunnajah Dr. Sofwan Manaf, Rektor Universitas Darunnajah Dr. Much Hasan Darojat serta jajaran pimpinan dari PM Al-Ikhlash Kuningan, PM As-Salam Sukabumi, dan PPM Al-Muqaddas Cirebon.

Pihak University of Sharjah menyambut dengan formasi lengkap yang dipimpin langsung oleh Chancellor Prof. Esameldin Agamyk. Dalam sambutannya, Prof. Esameldin memaparkan capaian impresif UOS yang dalam waktu relatif singkat berhasil menduduki peringkat universitas terbaik di Uni Emirat Arab.

Tantangan Penutur Asli

Dalam sesi diskusi yang dinamis, Presiden P2I sekaligus Pimpinan PM Al-Ikhlash Kuningan, Dr. M. Tata Taufik, menyoroti tantangan besar yang dihadapi pesantren di Indonesia. Meski pesantren konsisten mengajarkan bahasa Arab dan Inggris berdampingan dengan ilmu sains, hambatan utama tetap pada interaksi dengan penutur asli (native speaker).

“Salah satu kesulitan utama santri kami adalah kurangnya paparan langsung terhadap bahasa Arab dari penutur asli. Hal ini berdampak pada pemilihan kosakata yang tepat sesuai konteks penggunaannya,” ujar Dr. Tata Taufik, M.Ag.

Sebagai solusi konkret, Dr. Tata yang juga merupakan Pimpinan PM Al-Ikhlash Kuningan mengusulkan kolaborasi tripartit antara University of Sharjah (UOS), Universitas Darunnajah (UDN), dan P2I. Kerjasama ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan linguistik bagi ribuan santri di Indonesia.

Empat Poin Kerjasama

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman awal mengenai beberapa poin kerjasama strategis, di antaranya:

  1. Beasiswa Studi: Pengiriman kader pesantren untuk melanjutkan studi sarjana hingga pascasarjana di UOS.
  2. Pelatihan Guru: Penyelenggaraan dauroh (pelatihan intensif) bagi pengajar bahasa pesantren di kampus UOS.
  3. Pertukaran Pelajar: Program pertukaran mahasiswa dan santri guna memperluas wawasan global.
  4. Imersi Budaya: Pengiriman santri secara berkala untuk belajar bahasa langsung di UEA agar merasakan atmosfir penggunaan bahasa Arab secara natural.

Rektor Universitas Darunnajah, Dr. Much Hasan Darojat, menambahkan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat posisi universitas berbasis pesantren di kancah internasional.