Menanamkan Jiwa Kepemimpinan melalui Estetika Komunikasi: Mubes dan Pelantikan OS Al-Ikhlash

  • - Reading Time: 2 mins
  • - 20 x dibaca

KUNINGAN — Memasuki semester genap tahun ajaran 2025-2026, Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash kembali menggelar perhelatan akbar tahunan, Musyawarah Besar (Mubes) dan Pelantikan Pengurus Organisasi Santri Al-Ikhlash (OS Al-Ikhlash). Agenda ini bukan sekadar pergantian struktur, melainkan manifestasi nyata dari kurikulum school of leadership yang menjadi salah satu ruh pendidikan di pesantren tersebut.

Rangkaian acara yang berlangsung selama empat hari ini dimulai pada Selasa (27/1) dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus lama secara internal. Momentum ini menjadi ajang evaluasi sekaligus transparansi atas amanah yang telah dijalankan selama satu tahun masa bakti. Dan tentu merupakan bagian dari model pendidikan.

Momentum penting regenerasi kepemimpinan santri berlangsung khidmat pada Rabu (28/1), saat pemilihan Ketua OS Al-Ikhlash digelar. Dari proses seleksi dan pemilihan yang ketat, terpilihlah Rezky Amrullah dan Azzam Dziqrotun sebagai nakhoda baru Organisasi Santri Al-Ikhlash putra, serta Innelda Aulia Widiana dan Sheryn Adzkiya sebagai Ketua Organisasi Santri Putri.

Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, KH Dr. M. Tata Taufik, M.Ag., dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat pada Selasa (3/2), menekankan bahwa organisasi adalah laboratorium kehidupan. Di hadapan seluruh santri dan dewan guru, beliau mengingatkan pentingnya filosofi “Siap Memimpin dan Siap Dipimpin.”

“Yang terpenting dalam hubungan di pondok pesantren adalah komunikasi. Al-insanu madaniyyun bittob’i, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, ” ujar Kyai Tata dalam taujihatnya.

Beliau membedah struktur komunikasi pendidikan yang dirangkum dalam akronim “AL-IKHLASH”:

  • A (Attention): Fokus penuh saat berinteraksi.
  • L (Listening for understanding): Mendengar untuk memahami, bukan sekadar menyahut.
  • I (Interest): Menunjukkan kepedulian pada lawan bicara.
  • K (Kindness): Santun dan penuh kasih sayang dalam berucap.
  • H (Honestly): Kejujuran sebagai fondasi ucapan.
  • L (Logic): Berbicara dengan argumentasi yang bijak.
  • A (Assertive): Tegas namun tetap menghargai perasaan orang lain.
  • S (Sympathy): Memiliki kepekaan rasa.
  • H (Harmony): Menciptakan kedamaian dan keharmonisan di lingkungan sosial.

Melalui forum ini, para pengurus baru masa bakti 2026-2027 diharapkan tidak hanya menjadi penggerak kegiatan positif, tetapi juga menjadi uswah hasanah (teladan baik) bagi seluruh santri. Amanah ini menjadi sarana bagi santri untuk belajar berbicara dengan diksi yang matang dan berpikir jernih sebelum bertindak.

Selamat bertugas dan jalankan amanah ini sebaik mungkin.

Oleh: Redaksi

Berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berpikiran bebas.