Khutbah Idul Fitri 1440 H

Menjaga Iman

الخطبة الأولى

الْحَمْدُ لِلَّهِ الرَّبِّ الْعَظِيمِ، الْإِلَهِ الرَّحِيمِ الْكَرِيمِ، لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ، وَلَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ، وَبِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ، وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ، عَلَانِيَتُهُ وَسِرُّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْخَلَّاقِ الْعَلِيمِ؛ خَلَقَ الْخَلْقَ فَدَبَّرَهُمْ، وَكَتَبَ آجَالَهُمْ وَأَرْزَاقَهُمْ، فَلَيْسَ لِلْعِبَادِ إِلَّا مَا قَدَّرَ لَهُمْ (وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ)[هُودٍ: 6].

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ؛ فَرَضَ الصِّيَامَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ، وَجَعَلَهُ مِنْ شَرَائِعِ الدِّينِ، وَرَتَّبَ عَلَيْهِ الْأَجْرَ الْعَظِيمَ “الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي“، نَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيرًا، وَنَشْكُرُهُ شُكْرًا مَزِيدًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ؛ لَا يَقَعُ شَيْءٌ فِي الْكَوْنِ إِلَّا بِقَدَرِهِ، وَلَا يُقْضَى شَأْنٌ إِلَّا بِعِلْمِهِ (وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِ)[الرُّومِ: 25]، وَيَمُوتُ الْجِنُّ وَالْإِنْسُ وَهُوَ -سُبْحَانَهُ- حَيٌّ لَا يَمُوتُ، وَيُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَيَصْعَقُ الْخَلْقُ وَلَا يَبْقَى سِوَاهُ -عَزَّ وَجَلَّ-: (كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ * وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ * فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ * يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ * فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ)[الرَّحْمَنِ: 26 – 30]، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ؛ كَانَ كَثِيرَ الْعِبَادَةِ لِلَّهِ -تَعَالَى-، يَقُومُ حَتَّى تَرِمَ قَدَمَاهُ مِنْ طُولِ الْقُنُوتِ، وَكَانَ شَدِيدَ الثِّقَةِ بِهِ -سُبْحَانَهُ-، يَقِفُ الْمُشْرِكُونَ عَلَى الْغَارِ وَهُوَ (يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا)[التَّوْبَةِ: 40]، وَكَانَ عَظِيمَ الرَّجَاءِ بِهِ -عَزَّ وَجَلَّ-، يُحَاصِرُ الْمُشْرِكُونَ الْمَدِينَةَ، وَيَعْظُمُ الْخَوْفُ، وَتَزِيغُ الْأَبْصَارُ، وَتَبْلُغُ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ، وَهُوَ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ بِكُنُوزِ كِسْرَى وَقَيْصَرَ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ؛ أَكَابِرِ هَذِهِ الْأُمَّةِ وَأَفَاضِلِهَا، وَخَيْرِهَا عِنْدَ رَبِّهَا وَنَبِيِّهَا، وَإِنْ رَغِمَتْ أُنُوفُ الْكَارِهِينَ مِنَ الْمُبْتَدِعَةِ وَالْمُنَافِقِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللَّهَ -تَعَالَى- فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى تَمَامِ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَأَتْبِعُوا رَمَضَانَ بِصِيَامِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ؛ لِيَكُونَ لَكُمْ كَصِيَامِ الدَّهْرِ كَمَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ الصَّحِيحِ: (يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ)[الْبَقَرَةِ: 185].

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

اللَّهُ أَكْبَرُ؛

Allah Maha Agung!

Yang telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai musim segala kebaikan, musim untuk menuai segala kebaikan, pada bulan ini hamba-hamba Allah menjalankan rukun-rukun iman dan Islam, dan senantiasa membaca al-Qur’an, serta berusaha sekuat tenaga untuk melakukan al-Ihsaan; berbagai kebaikan yang berkualitas.

Hari ini adalah hari pembalasan; saat orang-orang yang menjalankan semua kebaikan mendapatkan pahalanya, mereka diampuni dosanya, dan diterima segala amal kebaikannya, dan semua usahanya disyukuri oleh Allah, semoga kita termasuk dari mereka, Amiin.

اللَّهُ أَكْبَرُ؛

Yang memberi kesempatan (menunda balasannya) untuk pelaku maksiat, menerima taubat orang-orang yang bertaubat, wahai orang-orang yang mendzalimi dirinya, berlaku tidak adil terhadap dirinya dengan segala bentuk kemaksiatan, bertaubatlah kepada Allah

 (إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ)[الزُّمَرِ: 53].

اللَّهُ أَكْبَرُ؛

Yang telah menjadikan setiap tempat dan waktu serta segala keadaan sebagai sarana untuk beribadah kepada-Nya. Tidak sebatas pada bulan Ramdhan saja, Allah mesyariatkan  berbagai shalat sunah (nawafil) puasa sunnah, dan segala kebaikan (ihsan) setiap malam dan siang hari. Sebagai keutamaan yang diberikan oleh-Nya bagi mereka yang hendak mendekatkan diri kepada-Nya sebatas kemampuan mereka, sebagaimana sabda Rsulullah SAW:

 “يَا أَيُّهَا النَّاسُ، عَلَيْكُمْ مِنَ الْأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا، وَإِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ” (رَوَاهُ مُسْلِمٌ).

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

Hadirin sidang Idul Fitri yang berbahagia!

Iman merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang, Tidak ada ketenangan dan kedamaian tanpa iman.

Dengan iman, seseorang bisa tenang hatinya (sakinah) dan bisa bahagia jiwanya, dan bertambah kegembiraannya, dan sirna kesedihannya, lenyaplah kegundahannya, dan dengan iman seseorang bisa merasakan ni’matnya hidup, karena dengan iman ia akan bisa menghadapi segala permasalahan dan beban kehidupannya, sehingga ia bisa tidur pada saatnya, dan bisa menghadapi segala probelamnya dengan senjata iman.

Dengan iman seorang bisa mengetahui dari mana ia berasal dan ke mana ia akan kembali, dan meyakini bahwa ia akan kembali kepada Tuhannya.

(إِنَّ إِلَى رَبِّكَ الرُّجْعَى)[الْعَلَقِ: 8]، (الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ)[الْبَقَرَةِ: 46].

Dengan iman seseorang bisa mengetahui jalan mana yang harus ditempuh,

(إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا)[الْإِنْسَانِ: 3]، (فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ)[الشُّورَى: 7].

Dengan iman seseorang bisa mengetahui bahwa ajal dan rizqi di tentukan oleh Allah, dan hanya Allah lah yang memilikinya, maka ia tidak akan terlalu disibukkan untuk memikirkan keduanya. Karena ia akan tahu bahwa ajal dan rizqi adalah dua sahabat yang selalu bersama; selama masih hidup berarti masih ada rizqi.

(وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا)[هُودٍ: 6]، (أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ)[النِّسَاءِ: 78]،

Dengan iman seseorang akan senantiasa berusaha beramal untuk kahiratnya, karena akhirat adalah tempat keputusan dan keabadian. Dan dia akan senantiasa berbuat di dunia ini segala sesuatu yang bisa mnenghantarkannya ke akhiratnya, karena mereka tahu bahwa dunia adalah tempat ujian dan fana.

 (وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا)[الْقَصَصِ: 77]، وَفِي الدُّعَاءِ الْقُرْآنِيِّ الْمَأْمُورِ بِهِ: (رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ)[الْبَقَرَةِ: 201].

Dengan iman seseorang akan mengetahui bahwa dunia adalah kenikmatan yang akan sirna, maka tidak akan tergiur oleh dunia yang terbentang di hadapannya, dan tidak akan terlalu bersedih karena tidak mendapatkannya, serta tidak akan dengki atau iri kepada iorang lain hanya karena untuk mendapatkan kesenangan dunia semata, dan tidak akan mencelakai dirinya hanya karena hal-hal yang sifatnya duniawi.

 (فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ)[التَّوْبَةِ: 38]، (وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ)[الرَّعْدِ: 26]، (وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ)[الْحَدِيدِ: 20].

Dengan iman seseorang akan mengerahkan semua permasalahan dunianya untuk mencapai kelanggengan agamanya, dan tidak sebaliknya mengerahkan agamanya untuk mencapai kekekalan dunia, karena dunia pasti akan ditinggalkannya.

 (مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا * وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا) [الْإِسْرَاءِ: 18- 19].

Dan dengan iman seseorang akan teguh dalam menghadapi segala cobaan kebahagiaan  maupun kesulitan, dia tidak akan tertipu oleh cobaan yang berupa kebahagiaan yang didapatinya, dan tidak akan putus asa jika ditimpa kesulitan, karena ia tahu bahwa semua cobaan adalah dari Allah untuk menguji seseorang apakah dia bisa menghadapinya dengan baik sesuai dengan tuntunan ilamiyah, sehingga bisa mendapatkan pahala karenanya.  

 (وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ)[الْأَنْبِيَاءِ: 35].

Dengan iman seseorang bisa menjalankan segala hak dan kewajibannya kepada Allah, serta kepada sesama, dia tidak akan berbuat curang kepada siapa pun, karena ia merasa diawasi oleh Allah, walaupun tidak diawasi oleh sesama.

(إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا)[النِّسَاءِ: 58]،

Dan setiap hak yang harus ditunaikan kepada orang lain adalah amanah!

Orang yang hatinya penuh dengan iman akan bahagia jika orang lain mendapatkan kebahagiaan seperti yang diimpikannya, dan tidak suka jika orang lain menderita oleh hal yang ia juga tidak sukai.

Orang beriman akan senang menghendaki jika orang lain bisa beriman,  taat, serta menganjurkan agar mereka bisa beriman dan taat. Dan tidak suka jika orang lain berlumuran dosa dan maksiat, sehingga berusaha mencegahnya, menasihatinya karena ingin berbaik hati padanya dan karena khawatir akan kecelakaan mereka, karena seorang mukmin kebaikannya untuk dirinya dan untuk orang lain, dan dia tidak menyukai bila keburukan menimpa kepada orang lain.  

(وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ) [آلِ عِمْرَانَ: 104].

اللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا إِيمَانَنَا، وَزِدْنَا إِيمَانًا وَيَقِينًا، وَحَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ وَلِأَهْلِنَا وَأَوْلَادِنَا، وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِينَ.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

وَأَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ…

الخطبة الثانية:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَقَّ حَمْدِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى آلَائِهِ وَنِعَمِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ؛ رَبٌّ رَحِيمٌ عَفُوٌّ كَرِيمٌ، يَغْفِرُ الذُّنُوبَ، وَيَسْتُرُ الْعُيُوبَ.. يُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، وَيُضَاعِفُ الْحَسَنَاتِ.. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ؛ النَّبِيُّ الْأَمِينُ، وَالنَّاصِحُ الْمُبِينُ.. رَحْمَةٌ لِلْعَالَمِينَ، وَحَجَّةٌ عَلَى الْخَلْقِ أَجْمَعِينَ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللَّهَ الْعَلِيمَ الْحَلِيمَ، وَاشْكُرُوهُ فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ؛ فَإِنَّهُ يَوْمُ شُكْرٍ عَلَى مَا مَنَّ بِهِ مِنَ الْخَيْرِ الْجَزِيلِ، وَالْعَطَاءِ الْكَثِيرِ (وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا)[النَّحْلِ: 18].

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

Hadirin sidang Idul Fitri yang berbahagia!

Hilangnya iman adalah bentuk kerugian dan kesesatan yang nyata, kurangnya iman akan mengurangi ketenteraman dan kebahagiaan, dengan kematian, semua buah dari keimanan dan amal sholeh akan diterima, dan merugilah orang yang sesat imannya.

لْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ * وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ)[الْحَجِّ: 56- 57].

Wahai para ibu dan wanita muslimah!

Seorang wanita harus kuat imannya, untuk menghadapi berbagai persoalan dunia, serta untuk mendidik para putra putrinya agar senantiasa beriman, menanamkan iman dalam hati mereka, itu lebih penting bagi mereka dari pada makanan dan minuman yang kalian berikan, zaman ini cobaannya hanya bisa dihadapoi oleh orang-orang yang kuat imannya. Dan tidak akan mampu menghadapi semua tantangannya kecuali dengan bersenjatakan iman, dan mewujudkannya secara nyata dalam kehidupannya.

Wahai para ibu dan wanita muslimah yang berpuasa!

Semua syariat Islam adalah bagian dari iman, semua hukum yang berkenaan dengan wanita adalah bagian dari iman, dan kelalaian dalam satu hal saja dari bagian itu akan mengurangi iman, segala ketaatan adalah bagian dari iman dan akan menambah iman dan segala kemaksiatan akan mengurangi iman,

“لَيْسَ الْإِيمَانُ بِالتَّمَنِّي، وَلَكِنَّ الْإِيمَانَ قَوْلٌ يُعْقَلُ، وَعَمَلٌ يُعْمَلُ”.

Tanamkanlah iman pada diri anak-anak kita, dengan berdzikir kepada Allah, dengan membiasakan mereka mengingat Allah, dalam segala langkah saat mendapatkan ni’mat Allah, dan ketika dia bisa menghafal al-Qur’an, ajarilah rukun iman dan islam, dan tanamkanlah dalam diri mereka bahwa iman adalah kekayaan yang termahal bagi mereka, jangan sampai mereka miskin iman, karena barang siapa memiliki iman ia memiliki segalanya dan siapa yang tidak memiliki iman ia tidak memiliki segalanya.

(إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ)[الزُّمَرِ: 15].

Supaya nanti para ibu bersatu dengan suaminya, dengan putra-putrinya di surga nanti karena terikat oleh keimanan mereka.

(وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ)[الطُّورِ: 21].

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

Sidang Idul fitri yang berbahagia!

Berbahagialah  di hari raya ini dengan senantiasa memperhatikan batasan-batasan yang dihalalkan oleh Allah, dan hubungkanlah tali silaturahmi, saling menasihatilah dalam kebenaran dan kesabaran, dan hindarilah kemungkaran, karena semuanya bisa mengurangi iman kita

أَعَادَهُ اللَّهُ -تَعَالَى- عَلَيْنَا وَعَلَيْكُمْ وَعَلَى الْمُسْلِمِينَ بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صَالِحَ الْأَعْمَالِ.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

(إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)[الْأَحْزَابِ: 56].

Mari berdo’a!