Perkuat Kualitas Bahasa Inggris, Delegasi Pesantren Al-Ikhlash Jajaki Kerja Sama Strategis dengan RELC Singapura

SINGAPURA – Dalam upaya meningkatkan standar pendidikan bahasa internasional, delegasi Pesantren Al-Ikhlash melakukan kunjungan resmi ke Regional Language Centre (RELC) di Singapura baru-baru ini. Kunjungan ini menandai langkah serius pesantren dalam mengintegrasikan kurikulum bahasa Inggris dengan standar global.
Membangun Sinergi dengan Pusat Bahasa ASEAN
RELC merupakan pusat pendidikan terkemuka di bawah naungan Organisasi Menteri Pendidikan Asia Tenggara (SEAMEO). Sejak didirikan pada tahun 1968, lembaga ini telah menjadi kiblat pelatihan pendidik dan pengembangan kurikulum bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (ESL) di kawasan ASEAN.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Al-Ikhlash disambut langsung oleh Allan Lim, selaku Kepala Penyelenggara Program RELC. Diskusi berlangsung hangat, berfokus pada integrasi wawasan teoretis, penelitian empiris, serta aplikasi praktis untuk menjawab tantangan nyata dalam efektivitas pendidikan bahasa.
Poin Strategis Kerja Sama
Pertemuan ini membuahkan kesepahaman awal mengenai beberapa poin kolaborasi penting, di antaranya:
- Akses Kolaborasi Global: Menyediakan platform bagi pendidik untuk berbagi strategi inovatif dan praktik terbaik guna memajukan bidang pengajaran bahasa di tingkat regional.
- Program Imersi Santri: Membuka peluang bagi santri dan santriwati Pesantren Al-Ikhlash untuk mengikuti English Immersion Program langsung di Singapura, guna mengasah kemampuan bahasa dalam lingkungan penutur asli.
Kunjungan Inspiratif ke NUS
Melengkapi agenda di Singapura, delegasi juga berkesempatan mengunjungi National University of Singapore (NUS). Sebagai salah satu dari sepuluh universitas terbaik di dunia, kunjungan ke NUS bertujuan untuk meninjau lingkungan akademik, aktivitas mahasiswa, serta fasilitas pendukung pembelajaran yang mutakhir.
Diharapkan, kunjungan ini dapat memberikan gambaran serta motivasi bagi para santri untuk melanjutkan studi ke jenjang internasional di masa depan.
“Langkah ini bukan sekadar kunjungan, melainkan jembatan bagi santri Al-Ikhlash untuk menjadi warga dunia yang cakap berkomunikasi dan berwawasan luas.”
