Dari Silatnas FKPM Madiun-Tegalsari

Pimpinan Pondok DR. M. Tata Taufik didapingi oleh Ust Mushin Arafat S.Hi  mengikuti Silatnas FKPM (Forum Komunikasi Pesantren Muadalah)  di Hotel Merdeka Madiun. Acara yang digelar selama 3 hari itu (17-19 Okt 2021) dilaksanakan di dua tempat, Madiun dan Tegalsari Ponorogo.

Pada Silatnas di Madiun Pimpinan Pondok dijadwalakn sebagai pemateri tentang Modersasi Beradagam dalam Pembelajaran di Pesantren. Menurutnya bahwa pembelajaran di pesantren sangat sarat nilai-nilai moderat dalam beragama; beberapa pesan yang dikembangkan di pesantren seperti salam, akidah, syariah dan akhlak semuanya menekankan pada nilai-nilai beragama yang moderat. hanya saja beberapa peneliti dan penulis tentang moderasi dengan kajian sosiologisnya kadang selalu memandang bahwa agam sebagai masalah dalam moderasi. Menurutnya, mestinya dibalik, agama justru sebagai sumber kedaiaman dan nilai-nilai moderat. Apa yang dijadikan kajian moderasi selama ini berawal dari realitas konflik yang terjadi di masyarakat, padahal menurutnya realitas konflik itu karena faktor lain, bisa karena faktor politik, bisa juga karena faktor budaya yang bersifat regional. Slogan pesantren sebagai perekat ummat sebagaimana yang diterapkan di Gontor, merupakan cerminan sikap moderat, hal ini juga didukung dengan materi ajar yang diterapkan di pesantren tersebut. Demikian juga dengan materi ajar yang diterapkan di pesantren salafiyah, ambil contoh naskah Tanbih dari PP Suryalaya, isinya sangat moderat sekali, tegasnya.

Usai acara di Madiun para peserta bertolak menuju desa Tegalsari, sebuah desa yang pada masa pra kemerdekaan menjadi tempat para santri yang kemudian menjadi pemimpin bangsa belajar dan menimba Ilmu. Jadi Tegalsari merupakan pertemuan sanad keimluan berbagai pesantren baik salafiyah maupun pesantren modern. Pada kesempatan tersebut dideklarasikan Risalah Tegalsari yang ditandatangani ketua FKPM Prof Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi dan sekjen FKPM KH Lukman Haris Dimyati dari PP Tremas Pacitan.