Achievement

  • Prestasi dan keberhasilan merupakan tujuan kami; kelurga besar pondok pesantren modern al-Ikhlash, dalam segala bidang, dan semua orang yang terlibat di dalamnya,
  • Kami bertekad untuk mengedepankan prestasi dan hasil karya kami untuk keberhasilan bersama, kemajuan ummat, bangsa dan dunia.
  • Kami adalah pelopor kemjuan dan kebaikan dalam landasan keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, persaudaraan, dan kebebsan dalam berkarya…

Kata achievement dalam Oxford Learner’s Dictionary disebutkan  a thing that somebody has done successfully, especially using their own effort and skill, artinya suatu yang dicapai seseorang dengan sukses, terutama kesuksesan yang dicapai dengan menggunakan kemampuan dan usaha pribadi, ini jika digunakan sebagai countable noun. Jika digunakan sebagai uncountable noun dijelaskan  the act or process of achieving something  suatu proses atau tindakan untuk mencapai sesuatu.

Baik dipandang sebagai keberhasilan atau proses untuk mencapai keberhasilan, kata achievement menunjuk pada usaha keras dan kemampuan serta keterampilan seseorang dalam mencapai keberhasilan.

Konsep  need for achievement seringkali dihubungkan kepada teori motivasi yang dikembangkan oleh David McClelland dan kawan-kawan. Need for achievement merupakan kemauan kuat dari seseorang untuk berprestasi, menguasai suatu skill tertentu , mengontrol dan mencapai standar tertinggi.

Dalam diri manusia ada kehendak  untuk maju, untuk berprestasi dan menjadi yang terbaik, pendidikan yang baik harus bisa meningkatkan dan mengembangkan pribadi dari anak didiknya untuk mencapai yang terbaik atau berprestasi. Berbagai potensi yang akan terlihat dari peminatan peserta didik sedapat mungkin bisa dikenali oleh para peserta didik, untuk kemudian didorong dan di kuatkan sehingga pada gilirannya nanti –boleh jadi dalam waktu yang panjang—dapat dikembangkan secara mandiri oleh mereka.

Berbagai kegiatan yang disediakan Pondok mengarahkan pada penemuan kekuatan individu tadi untuk kemudian senang berprestasi, berbagai nilai positif diajarkan dan diinformasikan sebagai pemandu dalam pengembangan diri para santri, berbagai ranah pengalaman empirik juga disediakan guna menggali kekuatan diri yang  bisa mendorong mereka untuk berprestasi.

Beberapa motivasi external seperti arahan dan wejangan serta nasehat diberikan guna memacu semangat untuk berprestasi, konsep ihsan dikembangkan sebagai  usaha untuk melakukan sesuatu –katakanlah pekerjaan—dengan kualitas terbaik. Ihsan  bukan saja dipahami sebagai suatu Tindakan mustahil dan asal-asalan, tapi sebaliknya ihsan adalah mencerminkan keseriusan dan kesungguhan dalam segala hal dan Tindakan baik dalam ubudiyah maupun dalam muamalah dengan sesama.

Ihsan diisyaratkan oleh Rasulullah SAW bahwa ihsan adalah “menyembgah Allah seakan kamu melihat-Nya, jika kamu tidak melihat-Nya maka yakinlah bahwa Allah melihatmu.” Ilustrasi uni menggambarkan kualitas dari suatu amal atau perbuatan, mencerminkan kesungguhan; fokus dan merasa diawasi/dievaluasi.

Berdasarkan pada konsepsi tersebut maka huruf “A” Pertama dari kata Al-Ikhlash dijadikan semboyan untuk gemar berprestasi;  Achievement  kata tersebut diharapkan menjiwaai seluruh Masyarakat Pondok Modern Al-Ikhlash dalam menjalankan aktivitasnya.