Dari Kongres Umat Islam Indonesia VII 2020 Bangka

Pimpinan Pondok dalam kapasitasnya sebagai ketua Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2i) hadiri Kongres Umat Islam Indonesia VII di Bangka, acara yang digerlar lima tahunan itu mengambil tempat di Pangkal Pinang Bangka Belitung selama 4  hari 26-29 Feb 2020. Aacar tersebut dibuka oleh Wapres RI dan ditutup oleh Menag serta diikuti oleh berbagai unsur umat Islam anatar lain Ormas Islam,  organisasi kepemudaan, pesantren dan perguruan tinggi. Pembahasan mengenai isu-isu terkini seperti ekonomi, politik, hukum, pendidikan dan filantropi Islam.

Beberapa usulan yang diajukan oleh para pemateri utama antara lain Din Syamsuddin mengusulkan agar dikembangkan persatuan umat dan merekomendasikan munculnya partai Islam tunggal, dalam perpolitikan, sementara Azra melihat perkembangan pendidikan Islam sudah mulai menguat, dan M nUh menyarankan agar ada pemanfaat kesempatan dan membangun ASA 2045 Indonesia sudah menjadi negara maju, jangan sampai ketnggalan moment.

dalam hal filantropi Islam, pimpinan pondok mengusulkan bahwa pengembangan filantropi hendaknya merupakan penyebaran pengetahuan pengelolaan, dengan memungsikan lembaga-lembaga yang sudah berjalan di setiap daerah seperti DKM yang menyebar di seluruh Indonesia. Jadi pengembangan bukan berarti penyatuan wadah filantropi tapi penguatan outelt-outlet yang sudah ada dengan transfer kemampuan manajemen dan pengelolaan. Hal tersebut untuk menjaga ketepatan distribusi dalam mencapaiu sasaran. Dengan membangun mindset bahwa lembaga filantropi itu dibentuk berdasarkan distribusi penyampaian hak kepada yang berhak, bukan  berdasarkan kepada menghimpun dana. karena dengan mindset tersebut maka semua program akan dilandasi pada distribusi, sedangkan penghimpunan akan dibangun atas dasar ketentuan hukum agama.