Wujud Nyata Pendidikan Kewarganegaraan di Pondok Modern Al-Ikhlash

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)  Jawa Barat, Perwakilan Disdukcapil Provinsi Jawa Barat, Perwakilan Disdukcapil Kabupaten Kuningan, beserta PPK, PPS, PPDP, Panwascam, dan PPL melakukan Supervisi Monitoring di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash Ciawigebang, Kuningan.

Kegiatan tersebut di selenggarakan di Aula Pondok Pesasntren Modern Al-Ikhlash Ciawilor Ciawigebang Kuningan pada pukul 13.00 WIB s.d. selesai.

Acara ini diadakan dalam rangka tindak lanjut Surat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat Nomor 165/PL.03.1-SD/32/Prov/II/2018 tentang Pencoklitan dan Penelitian (Coklit) Tahap III. Berkaitan dengan anjuran KPU Provinsi kepada KPU Kabupaten/Kota untuk melakukan kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih di Pondok Pesantren.

Pimpinan  Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas Dr. H. M.Tata Taufik. memberikan sambutannya, dalam sambutannya Dr. H M. Taufik mengapresiasi dan sangat menerima kedatangan jajaran KPUD JABAR maupun Kabupaten Kuningan.

Pimpinan Pondok mengatakan bahwa sangat penting bagi santrinya untuk mendapatkan sosialisasi terkait hak memilih yang terkadang sejumlah santri yang sudah memenuhi syarat menggunakan hak pilihnya menjadi tidak menggunakan hak pilihnya karna kurang memahami berkaitan syarat-syarat hak memilih. Selain itu, bagi Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash sendiri terselenggaranya acara ini adalah sebagai wujud nyata Pendidikan Kewarganegaraan bagi para santri.

Sambutan selanjutnya dari Ketua KPU Kuningan Heni Susilawati, Heni mengucapkan rasa terima kasih atas penerimaan yang baik dari Ponpes Modern Al-Ikhlas, selanjutnya heni menjelaskan beberapa hal berkaitan dengan syarat-syarat menggunakan hak pilih kepada siswa-siswi pondok pesantren, heni mengatakan betapa pentingnya menggunakan hak pilih pada saat pemilihan yang akan dilakukan nanti, karena pilihan kita nanti itu sangat menentukan perkembangan Kabupaten Kuningan di 5 tahun kedepan.

Acara yang diselenggarakan pada Kamis, 15 Februari 2018 tersebut dihadiri oleh seluruh santriwan dan santriwati yang telah mencapai usia 17 tahun.