Panggung Gembira Kls VI 2017 Andalkan Angklung & Teater

Mengakhiri pekan perkenalan di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash Ciawilor ditandai dengan terselenggaranya Panggung Gembira, suatu acara yang dikemas khusus oleh santri kelas VI TMI Al-Ikhlash. Pagelaran seni 627 ini berlangsung dari pukul 7.45 hingga pukul 23 WIB.  Para tamu mulai berdatangan menuju Aula sejak usai shalat Isya, mereka terdiri dari para wali santri terutama wali santri kelas VI, tambu undangan dan santri dari pesantren sekitar yang berada di wilayah III Cirebon.  Kedatangan tamu disambut dengan alunan nasyid oleh kelompok nasyid santri putri.

Angklung 627

Kemudian satu per satu MC mulai naik ke panggung dengan tegur sapa yang hangat kepada penonton dan tamu undangan, mengawali acara dibacakan ayat suci al-Qur’an surat al-Kahfi ayat 109 dan 110 kelihatannya penyelenggara ingin menyampaikan pesan betapa luasnya ilmu Allah SWT dan tidak akan habis oleh usaha manusia yang selalu menggalinya. Ketua panitia tak lama berselang menyampaikan sambutannya yang bertemakan peradaban; bahwa santri harus terus berkarya untuk membangun peradaban Islam yang pernah jaya pada masanya dan kini ditunggu kebangkitannya.

Setelah sambutan Pimpinan Pondok yang menitik beratkan pada sisi pendidikan dari Pagelaran tersebut dimualai grand opening yang merupakan sinopsis dari rangkaian penampilan yang akan ditampilkan.

Seni angklung yang menjadi andalan kelas VI tampil memukau terutama pada lagu pertama “sempurna” yang memang mudah dikenal oleh penonton, semenatar lagu kedua “manuk dadali” nampaknya membutuhkan waktu untuk dapat dikenali penonton, namun apresiasi penonton di akhir penampilannya cukup bagus, selain beberapa penampilan yang menbuat penonton lebih khusu menyimak adalah kehadiran teater 627 yang tampil sangat memukau. kekuatan suara para aktor dan pemilihan tema sederhana berkisah tentang koruptor yang akhirnya harus disiksa di alam kubur karena tindakannya menghancurkan mushola untuk kepentingan bisnis dikemas dengan penjiwaan karakter yang luar biasa. Penontonpun terdengar sepi menyimak yang kemudian berubah menjadi gemuruh tepuk tangan sebagai apresiasi di penghujung penampilan. Maka tidak heran jika dalam evaluasi akhir oleh Pimpinan Pondok tiga penampilan tari payung, angklung dan teater mendapat nilai A.